berdamai dengan keadaan ,sastrawan yang kebablasan jadi politikus abal abal
berdamai dengan keadaan dan sastrawan itu pun maju kedepan menyampaikan karya terbaiknya melalui tulisan ,ide dan gagasan tanpa di sadari dengan membabi buta banyak pihak yang kepanasan dan strategi pun di pakai oleh lawan lempar batu sembunyi tangan ah ia hanya sastrawan ,bukan cendekiawan ataupun olahragawan apalagi politikus yang bisa membaca keadaan namun ia tak bodoh ia ambil langkah untuk mundur untuk persiapan maju kedepan jalan terjal itupun kian terbuka ia harus bisa membuka diri beradaptasi dengan keadaan selalu ada hikmah terselip di segala kejadian ia jadi mengerti mana teman sejati dan mana teman abal abal sang sastrawan tak menyadari ada darah ksatria yang mengalir dalam tubuh ada darah pertapa yang tinggal merapal mantra ia hanya butuh moment dan pasukan untuk membalik keadaan namun langkahnya tertahan ,nafasnya pun agak ngos ngosan kalaupun menyerang tentu harus ada perhitungan strategi harus matang dan penasehatpun harus di datangkan terimakasih cint...